Advertisement

Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Selamat datang di Hobby Aquarium air laut. Bagi hobbyist yang baru memulai, dapatkan berbagai panduan memulai aquarium air laut dengan baik dan benar di forum ini. Jangan malu atau segan untuk memulai thread.

Moderator: BL

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Fri Feb 26, 2010 6:44 pm

4. Protein Skimmer.
Pada awalnya Protein Skimmer atau Separator Busa digunakan untuk pengolahan limbah di industri. Tujuannya untuk mengurangi beban limbah organik sebelum limbah sampai di kolam lumpur aktif untuk pengolahan lebih lanjut. Disini kta tidak akan membicarakan pengikatan DOC/Disolved Organic Compound oleh Gelembung udara halus karena merupakan reaksi kimia yang tidak perlu kita pelajari.

Di akuarium kita selalu akan ada sisa makanan, kotoran dan air seni ikan dan kotoran dari invertebrata yang kita pelihara akan menjadi limbah organik. Limbah organik akan menyebabkan polusi dalam air laut akuarium kita. Limbah organik ini berupa DOC/Senyawa Organik Terlarut dalam air laut. Kalau DOC ini tidak kita pisahkan sebanyak mungkin dengan bantuan Protein Skimmer maka artinya akan ada lebih banyak bahan baku yang akan diurai oleh bakteri seperti yang telah kita bicarakan pada Daur Nitrifikasi. Akibatnya akan terjadi akumulasi Phosphat dan Nitrate yang jauh lebih banyak didalam air laut akuarium kita. Pada akhirnya akan timbul masalah Algae bloom, Cyanobacterial bloom dan akuarium menjadi tidak sehat.

Secara sederhananya Protein Skimmer berfungsi untuk memisahkan DOC dari air laut yang ada didalam akuarium kita dengan memanfaatkan gelembung-gelembung udara yang sangat halus sebagai mediator pengikatnya. Hasil pengikatan DOC oleh gelembung-gelembung udara yang sangat halus pada Protein Skimmer berupa busa kotor atau biasa disebut Skimmate. Busa kotor/skimmate ditampung dalam wadah dibagian atas protein skimmer yang biasa kita kenal sebagai collector cup.
Semakin halus dan semakin banyak gelembung-gelembung udara halus pada protein skimmer akan meningkatkan juga kemampuan Protein Skimmer untuk mengangkat DOC dari dalam air laut di akuarium kita. Selain kehalusan dan jumlah gelembung halus, kemampuan protein skimmer juga berhubungan erat dengan jumlah volume air yang melewati tabung reaksinya dan lamanya kontak antara air dan gelembung udara didalam tabung reaksi Protein Skimmer.

Berdasarkan arah aliran air dan gelembung udara dalam tabung reaksi protein skimmer, ada 2 metoda yang secara umum digunakan.
1. Co Current.
Aliran air dan udara mengalir searah didalam tabung Protein Skimmer. Pada diagram dibawah berarti Water In akan bertukar tempat dengan Water Out.
2. Counter Current.
Aliran air mengalir berlawanan arah dengan aliran udara didalam tabung Protein Skimmer.

Contoh diagram Counter Current Protein Skimmer.

Image


Jenis-jenis Protein Skimmer berdasarkan cara pemasukan udara:
1. Pompa angin dengan Air Stone Kayu.
2. Venturi dengan Power Head Pump dan Nozzle Venturi dengan Needle Wheel atau Mesh Wheel Pump.
3. Downdraft.
4. Beckett Injector.

Diagram Air Stone Skimmer.

Image


Diagram Venturi Skimmer.

Image

Needle Wheel dan Meshwheel Skimmer pada intinya sama dengan Venturi Skimmer. Perbedaannya ada pada bentuk kipas pompa yang digunakan dan letak Venturi ada di Inlet Pompa.


Diagram Downdraft Skimmer.

Image

Pada prinsipnya cara kerja Beckett Skimmer sama dengan Downdraft Skimmer. Perbedaannya pada Becket Skimmer menggunakan Beckett Injector dibagian atas pipa injeksi dan sudah tidak menggunakan Bioball didalam pipa injeksinya. Udara dihisap melalui injector dan bercampur air kemudian timbul gelembung-gelembung yang halus.


Foto DIY Single Beckett Injector Skimmer.

Image


Ada berbagai jenis Protein Skimmer yang dijual di pasaran peralatan akuarium laut yang ada saat ini. Setiap jenis Protein Skimmer mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Harga Protein Skimmer sangat bervariasi dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Pilihlah skimmer yang sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai contoh sederhana, kita jangan menggunakan Jebo Hang On 180 Protein Skimmer untuk akuarium 1000 liter karena tidak akan ada manfaatnya.

Beberapa contoh foto-foto Skimmer buatan Pabrikan.
Jebo Skimmer.

Image Image


Deltec Skimmer.

Image


Bar Aquatic Beckett Skimmer.

Image


Bubble King Skimmer.

Image


Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Sat Feb 27, 2010 10:46 am, edited 1 time in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Sat Feb 27, 2010 10:40 am

Wujudkan akuarium laut impian anda.

5. Calcium Reactor.
Apa sih sebenarnya Calcium Reactor?
Ca Reactor sebenarnya adalah sebuah alat berupa tabung yang berfungsi mengganti Calcium dan Carbonate Alkalinity dalam air laut di akuarium kita yang secara terus menerus dikonsumsi oleh mahluk hidup yang kita pelihara dalam akuarium. Mahluk hidup seperti LPS Coral (Large Polyped Scleractinia), SPS Coral (Small Polyped Scleractinia) dan Kerang (Clam) memerlukan Ion Calcium dan Ion Carbonate (Alkalinity) untuk membangun kerangkanya dengan deposit dari Calcium Carbonate. Jadi semua mahluk laut ini mengkonsumsi kedua ion diatas secara terus menerus untuk proses kalsifikasi. Penggantian kedua ion ini bertujuan untuk mempertahankan kesehatan mahluk-mahluk ini dan untuk pertumbuhannya.

Secara sederhana reaksi kimia yang terjadi dalam Ca Reactor adalah:
CaCO3 + H2O + CO2 -> (Ca++) [calcium ions] + 2HCO3- [bicarbonate ions]

Contoh Diagram Calcium Reactor.

Image


Bagaimana prinsip kerja Calcium Reactor?
Didalam tabung Ca Reactor berisi Media Calcium Carbonte dan air laut dari akuarium. Air didalam tabung disirkulasi secara terus menerus dengan pompa sambil diinjeksikan gas CO2. Calcium Carbontae tidak dapat terlarut dengan baik didalam air laut dari akuarium yang mempunyai PH berkisar 8,0 – 8,3 Jadi sirkulasi air dalam tabung Ca Reactor dengan penambahan gas CO2 kedalam tabung bertujuan untuk menurunnkan PH air laut agar menjadi 6,5 – 6,7 dan mengakibatkan Calcium Carbonate bisa terlarut didalamnya. Air keluaran dari Calcium Reactor akan mengandung Ion Calcium dan Ion Carbonate (Alkalinity) yang tinggi untuk mengganti kedua ion dalam air akuarium kita yang dikonsumsi oleh mahluk hidup didalamnya.

Apa saja yang harus ada pada Calcium Reactor?
1. Media Calcium Carbonate (Ca CO3).
Pilihlah Media Ca CO3 yang sudah umum dipakai untuk Reef Tank. Media Ca CO3 yang baik kwalitasnya akan mudah larut dalam air laut pada PH berkisar 6,5 – 6,7
2. Tabung Gas Carbon Dioxide (CO2).
Letakkan tabung gas CO2 pada tempat yang aman dan terikat dengan baik. Tabung gas CO2 bertekanan tinggi, jadi jangan sampai patah pada koneksi kran diatas tabung karena bisa menembak seperti roket. Jauhkan dari panas karena bila gas memuai berlebihan maka tabung gas CO2 bisa meledak. Gas CO2 tidak berwarna dan berbau jadi pastikan semua sambungan koneksinya tidak ada yang bocor.
3. Regulator gas CO2.
Berfungsi untuk menurunkan tekanan gas dari tabung CO2 yang tekanannya tinggi agar menjadi jauh lebih rendah dengan tujuan jumlah gas yang keluar lebih mudah diatur menggunakan Needle Valve.
4. Solenoid Valve.
Berguna untuk menghentikan aliran gas CO2 pada saat listrik padam.
5. Needle Valve.
Berfungsi untuk menyetel jumlah gas CO2 yang dimasukkan ke Ca Reactor melalui Bubble Counter.
5. Bubble Counter.
Gunanya untuk bisa menghitung jumlah gelembung gas CO2 permenit yang kita masukkan ke Ca Reactor.
6. Feed Pump.
Kita bisa gunakan dossing pump untuk pemasok air kedalam Calcium Reactor atau mencabang dari Return pump sebagai pemasok air untuk Ca Reactor kita.
7. PH Controller.
PH Controller tidak harus ada pada Ca Reactor. Apabila ada akan memudahkan kita mengatur PH air laut didalam tabung Ca Reactor. Bila tidak dilengkapi PH Controller maka secara periodik kita bisa memonitor PH pada keluaran Ca Reactor.

Menyetel Calcium Reactor.
Setelah mengisi media dan memasang dan mengkoneksi secara keseluruhan Calcium Reactor, langkah berikutnya adalah menyetel Calcium Reactor untuk memenuhi kebutuhan Calcium dan Alkalinity akuarium kita.
Ada dua kontrol yang dipergunakan, pertama adalah keluaran air dari Ca Reactor dan yang kedua adalah jumlah bubble permenit Gas CO2 yang kita injecsikan.

Berikut ini adalah langkah-langkah penyetelan awal:
a. Setel keluaran air pada 80 tetes/menit dan Gas CO2 pada 20 gelembung/menit.
b. Keesokan harinya ukur PH air keluaran Ca Reactor dengan PH Meter digital yang sudah dikalibrasi. Targetnya PH air keluaran Ca Reactor berkisar antara 6,5 – 6,7 Kalau PH masih terlalu tinggi (pH > 6,7) perkecil keluaran air dari Ca Reactor, kalau PH terlalu rendah (pH < 6,5) perbesar keluaran airmya. Menambah atau mengurangi keluaran air Ca Reactor sebaiknya tidak lebih dari +/-5 tetes/menit. Tunggu semalam untuk mengukur ulang PH air keluaran Ca Reactor.
c. Periksa Alkalinity/KH dalam air akuarium kita. Kalau Alkalinity masih terlalu rendah (< 7 dKH) maka naikkan jumlah gelembung gas CO2 dan naikkan juga keluaran air dari Ca Reactor pada perbandingan yang tetap seperti semula sewaktu PH keluaran Ca Reactor berada di PH 6,5 – 6,7
d. Bagi yang menggunakan PH Probe monitor yang sudah di set pada PH berkisar 6,5 – 6,7 cukup setel gas CO2 pada 60 gelembung/menit selanjutnya tinggal atur keluaran air dari Ca Reactor.
e. Setelah penyetelan yang tepat didapatkan, monitor Alkalinity air laut di akuarium kita selama beberapa minggu. Apabila perlu lakukan penyetelan halus/fine tuning pada gas CO2 dan keluaran air sesuai kebutuhan.
f. Sebaiknya alkalinity air akuarium laut koral berkisar antara 7 – 8 dKH. Gunakan Alkalinity Test Kit yang berkualitas dan bisa dipercaya akurasinya.

Contoh Calcium Reactor & CO2 Basic Kit.

Image Image

Didalam tabung Ca Reactor bisa diisi media tambahan yang berupa Magnesium Granul misal merk Grotech, tujuannya untuk mengganti Ion Magnesium yang kadarnya juga akan berkurang didalam air akuarium kita.


Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Thu Mar 04, 2010 9:41 am, edited 2 times in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Tue Mar 02, 2010 12:30 am

Wujudkan akuarium laut impian anda.

6. Kalkwasser.
Kalkwasser berasal dari bahasa Jerman yang artinya Air Kapur. Kalkwasser sebenarnya adalah larutan Calcium Oxyde (Ca O) atau Calcium Hydroxide (Ca (OH)2) didalam Air (H2O). Perbedaannya kalau kita gunakan Calcium Oxyde ketika dicampur air timbul panas, sedangkan pada Calcium Hydroxide tidak timbul panas.
Sebaiknya gunakan air Reverse Osmosis/RO untuk melarutkan Calcium Oxyde atau Calcium Hydroxide.
Simpan larutan kalkwasser yang sudah dibuat dalam wadah yang tertutup rapat agar tidak terdegradasi.
Larutan Kalkwassser berfungsi mengganti Calcium dan Carbonate Alkalinity dalam air laut di akuarium kita yang secara terus menerus dikonsumsi oleh mahluk hidup yang kita pelihara dalam akuarium.

Bila kita gunakan Ca O reaksi yang terjadi:

CaO + H2O -> Ca(OH)2 + panas

Ketika bahan-bahan ini terlarut dalam air akan terpecah menjadi calcium ions (Ca++) and hydroxide ions (OH-):

Ca(OH)2 -> Ca++ + 2OH-

Dari reaksi-reaksi kimia diatas penting diperhatikan bahwa sebenarnya larutan kalkwasser sepenuhnya merupakan larutan Calcium Monohydroxide seperti ini:

Ca(OH)2 -> CaOH+ + OH-

Mengapa larutan Kalkwasser harus disimpan dalam wadah tertutup?
Degradasi larutan kalkwasser akan terjadi apabila larutan kalkwasser terpapar oleh CO2 yang ada di udara secara terus menerus. Apabila hal ini terjadi maka akan mengakibatkan terbentuknya Calcium Carbonate Padat yang tidak dapat larut dalam air.

Reaksi Degradasi Kalkwasser oleh CO2:

Ketika Carbon Dioxide terlarut dalam air akan membentuk Carbonic Acid:
CO2 + H2O -> H2CO3

Ketika pH berada diatas 11 seperti dalam larutan Kalkwasser sebagian besar Carbonic Acid akan berubah menjadi Carbonate:
H2CO3 + 2OH- -> 2H2O + CO3--

Carbonate didalam air akan menyatu dengan Ion Calcium didalam larutan dan membentuk Calcium Carbonate Padat yang tidak dapat larut dalam air.
Ca++ + CO3-- -> CaCO3 (solid)

Bentuk Calcium Carbonate Padat ini bisa kita lihat berupa lapisan solid yang terbentuk diatas Larutan Kalkwasser ataupun berupa endapan padat.
Karena Ca CO3 padat ini tidak lagi bisa terlarut dalam air pada pH 8 maka Ion Calcium yang ada didalamnya tidak lagi bisa terikat dalam air akuarium kita.

Bagaimana membuat Larutan Kalkwasser?
Setiap 1 ml Ca O atau Ca (OH)2 (sekitar ¼ sendok teh) bisa kita larutkan dalam 500 – 750 ml Air RO.
Aduk dengan batang pengaduk hingga sebagian besar bubuk larut dalam air, biarkan mengendap dan gunakan larutan yang jernih. Apabila diperlukan jumlah yang lebih banyak maka kita bisa mengaduk dengan menggunakan power head

Pada dosis 1 ml Ca O atau Ca (OH)2 masih aman untuk menuangkan larutan jernih Kalkwasser kedalam akuarium dengan volume air 150 liter secara langsung pada pagi hari/subuh, sejauh jumlah penguapan air yang sudah terjadi masih seimbang.
Hati-hati, jangan menambahkan secara langsung lebih dari 1 ml Ca O atau Ca (OH)2 untuk setiap 150 liter air laut dalam akuarium! Penambahan Kalkwasser yang berlebihan secara langsung akan menaikkan pH air akuarium menjadi terlalu tinggi dan bisa menyebabkan kematian ikan dan koral/invertebrata yang kita pelihara.

Apabila diperlukan penambahan larutan Kalkwasser yang lebih banyak dari dosis diatas maka harus dilakukan beberapa jam kemudian. Misalkan yang pertama kita tambahkan pada jam 22.00 selanjutnya bisa kita tambah lagi pada jam 06.00

Penting diperhatikan untuk penambahan larutan Kalkwasser dengan metoda dituang secara langsung:
• Bahwa jumlah penambahan larutan Kalkwasser harus sama besar dengan jumlah penguapan air di akuarium kita agar kadar garam/salinity air laut tidak menjadi turun.
• Menuangkan larutan Kalkwasser harus dibagian yang arusnya kencang di tank display atau bisa juga pada input Return Pump.
• Apabila diperlukan penambahan larutan Kalkwasser yang lebih besar dibandingkan kecepatan evaporasi air akuarium, maka kita bisa melarutkan Ca O atau Ca (OH)2 dengan menggunakan air laut dari akuarium kita.
• Larutan Kalkwasser pH > 12,0 jadi hati-hati jangan sampai terkena mata.

Ada berbagai macam cara dan berbagai macam alat untuk menambahkan larutan Kalkwasser kedalam akuarium. Ada alat yang sederhana sampai alat otomatis yang terhubung dengan water level sensor.

Beberapa contoh alat penambah Kalkwasser.
1. Botol Plastik Tetes.
Botol Plastik Tetes dapat kita buat secara DIY dengan mudah. Hanya diperlukan Botol plastik, selang, kran plastik dan pipa plastik kecil. Letakkan Botol Plastik Tetes Kalkwasser ditempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Cara peletakan Botol Tetes seperti dibawah ini termasuk dalam kategori cara peletakan yang kurang aman.

Contoh Botol Plastik Tetes.

Image

Penggunaan Botol Plastik Tetes ini sangat mudah. Isi botol dengan larutan kalkwasser. Tutup kembali botolnya. Buka kran pengatur yang ada diujung selang kemudian tiup ujung selang yang terbuka sampai air keluar dari ujung selang yang ada kran pengaturnya. Atur kran pengaturnya agar larutan kalkwasser bisa menetes secara teratur. Larutan kalkwasser akan menetes secara terus menerus sampai larutan kalkwasser sudah berada diujung bawah selang yang ada didalam botol.


2. Kalkstirrer.
Kalk stirrer berupa tabung yang mempunyai pengaduk dengan kecepatan berkisar 8 – 12 putaran per menit. Alat ini biasanya dipakai sebagai top off system dan terhubung dengan water level sensor dan tangki cadangan air RO/Reverse Osmosis.
Setelah Kalkstirrer selesai dipasang, isi tabungnya dengan Ca (OH)2 dan air RO, selanjutnya alat akan bekerja secara otomatis. Kita bisa menambahkan Ca (OH)2 secara harian atau mingguan sesuai kebutuhan akuarium kita.

Contoh DIY Kalkstirrer.

Image


3. Nielsen Reactor.
Pada dasarnya Nielsen Reactor prinsip kerja dan fungsinya hampir sama dengan Kalkstirrer, hanya saja pada Nielsen Reactor pengaduknya menggunakan pompa/power head.

Contoh diagram Nielsen Reactor.

Image


Masih banyak alat-alat lainnya untuk menambahkan larutan Kalkwasser kedalam air akuarium kita, tetapi tujuannya adalah sama yaitu untuk mengganti Ion Calcium dan Ion Carbonate didalam air laut di akuarium yang secara terus menerus dikonsumsi oleh mahluk hidup yang kita pelihara.
Sebagai contoh untuk Top Off dengan larutan Kalkwasser bisa juga kita gunakan metoda sistem pakan ayam.
Pilihlah alat yang sesuai dengan anggaran dan volume akuarium kita.

Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Thu Mar 04, 2010 1:27 am, edited 1 time in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Thu Mar 04, 2010 1:19 am

Wujudkan akuarium laut impian anda.

7. Metoda Balling.
Untuk menggunakan Metoda Balling pertama-tama kita harus tahu dengan tepat berapa total volume air laut yang ada di akuarium dan sump kita, bukan total volume akuarium dan sump dalam keadaan kosong.
Ada 2 Metoda Balling yang umum digunakan.

2 Part Solution.
Untuk mengganti Calcium, Carbonate Alkalinity dan Magnesium dalam air laut di akuarium bisa kita gunakan metoda 2 Part Solution. Calcium dan Carbonate Alkalinity dianggap sebagai satu kesatuan/bagian dan Magnesium merupakan satu bagian yang lainnya.

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. Calcium Chloride Dihydrate (Ca CL2 2H2O).
2. Soda Kue/Sodium Bicarbonate (Na HCO3).
3. Magnesium Chloride Hexahydrate (Mg Cl2 6H2O).
4. Epsom Salt/ Magnesium Sulfate-Heptahydrate (Mg SO4 7H2O).

Pembuatan larutan 2 Part Solution.
1. Larutan Calcium.
Larutkan 250 gram Calcium Chloride Dihydrate dalam 3,8 liter air RO. Larutan ini akan mengandung +/- 18.500 ppm Calcium.

2. Larutan Alkalinity.
Larutkan 300 gram Sodium Bicarbonate dalam 3,8 liter air RO. Larutan ini mengandung +/- 2.660 dKH.

3. Larutan Magnesium.
Larutkan 600 gram Epsom Salt dan 1000 gram Magnesium Chloride Hexahydrate dalam 3,8 liter air RO. Larutan ini akan mengandung +/- 47.000 ppm magnesium, 70,000 ppm sulfate dan 86,000 ppm chloride.

Dosis awal pemakaian.
Dosis yang disarankan dibawah ini untuk akuarium yang belum menggunakan Ca Reactor atau Kalkwasser.
Untuk akuarium yang telah menggunakan Ca Reactor sebaiknya gunakan ½ dosis awal terlebih dahulu.
Untuk akuarium yang menggunakan kalkwasser harus lebih berhati-hati karena pH dan Alkalinity bisa naik secara berlebihan.
Pastikan pH air akuarium berkisar 8,0 – 8,3 kalau pH air sudah > 8,3 jangan tambahkan Larutan Alkalinity.
Lakukan koreksi parameter air untuk kadar Calcium, Carbonate Alkalinity dan Magnesium terlebih dahulu. Sebaiknya kadar Calcium berada dikisaran 380 – 420 ppm, Alkalinity berkisar pada 6 – 8 dKH dan Magnesium berkisar 1250 – 1350 ppm.
Untuk menghitung banyaknya Larutan Calcium, Alkalinity dan Magnesium yang perlu ditambahkan pada saat awal bisa menggunakan Calculator Calcium. Alkalinity dan Magnesium ini.
Setelah parameter air akuarium kita sudah sesuai, mulai berikan dosis rutin awal Larutan Calcium dan Alkalinity harian seperti tabel dibawah ini.
Periksa kadar Alkalinity setiap 2 hari sekali dan mulai tentukan sendiri dosis yang tepat untuk akuarium kita masing-masing.

Dosis awal untuk Larutan Calcium dan Alkalinity.
Jenis Akuarium_______Dosis Awal
Akuarium FOWLR_______0,2 ml/3,8 l air akuarium
Akuarium baru_________0,4 ml/3,8 l air akuarium
Akuarium LPS__________0,6 ml/3,8 l air akuarium
Akuarium Mix__________0,8 ml/3,8 l air akuarium
Akuarium SPS__________1,0 ml/3,8 l air akuarium

Setelah 3,8 l Larutan Calcium dan 3,8 liter Larutan Alkalinity habis tambahkan Larutan Magnesium sesuai kebutuhan.
Periksa Kadar Magnesium kemudian gunakan Calculator Magnesium untuk menghitung tambahan yang diperlukan.


3 Part Solution.
Pada intinya sama dengan 2 Part Solution hanya saja ada penambahan Trace Element yang merupakan bagian ketiga.
Tambahan Trace Element yang diperlukan terdiri dari:
Trace Element I.
35,57 g Barium Chlorid Dihydrat (Ba Cl2 2H2O) dalam 1 liter air RO.
Trace Elemant II.
243,45 g Strontiumchlorid Hexahydrate (Sr CL2 6H2O)
ditambah 10 ml Trace Element I dalam 1 liter air RO
Trace Element III.
4,0 g Kobalt(II)chlorid Hexahydrat (Co Cl2 6H2O) dalam 1 liter air RO.
Trace Element IV.
18,46 g Mangansulfat Hydrat (Mn SO4 H2O
9,82 g Kupfer(II)sulfat Pentahydrat (Cu SO4 5H2O)
8,8 g Zinksulfat Heptahydrat (Zn SO4 7H2O)
8,9 g Nickel(II)sulfat Hexahydrat (Ni SO4 6H2O)
32,45 g Chrom(III)chlorid Hexahydrat (Cr Cl3 6H2O)
ditambah 10 ml Trace Element III dalam 1 liter air RO.
Trace Element V.
4,0 g Eisen(II)sulfat Heptahydrat (FeSO4 7 H2O)
Ditambah 10 ml Trace Element IV dalam 1 liter air RO
Trace Elementa VI.
2,5 g Kalium Jodid (Ka J) ditambah 13,3 g Natriumfluoride (Na F) dalam 1 liter air RO.

Hanya Trace Element II, V dan VI yang ditambahkan pada Metoda Balling.

Dosis pemakaian Trace Element.
3,8 liter larutan Calcium ditambah 20 ml Trace Element II dan 20 ml Trace Element V.

3,8 liter larutan Alkalinity ditambah 20 ml Trace Element VI.

3,8 liter larutan Magnesium ditambah 250 gram Mineral Salt (Sea Salt without Sodium Chloride)


Hati-hati dalam penggunaan bahan-bahan kimia, lebih baik membeli trace element bermerek daripada mengambil resiko apabila terjadi salah penggunaan bahan atau takaran yang disarankan.

Akan lebih mudah apabila kita gunakan 2 Part Solution, kemudian tambahkan secara terpisah trace element bermerek sesuai dosis yang dianjurkan.

Kita bisa menggunakan Dossing Pump untuk penambahan larutan Metoda Balling apabila kita mempunyai 3 bh Dosing Pump yang dapat deprogram waktu dan volumenya secara individu untuk masing-masimg larutan. Tentu saja terlebih dahulu kita harus tahu berapa banyak masing-masing larutan yang harus ditambahkan setiap hari atau setiap minggunya.

Metoda Balling dianggap paling murah biayanya tetapi perlu ketekunan, ketelitian dan kesabaran untuk bisa menentukan dosis yang tepat buat akuarium kita.

Dari waktu ke waktu tetap diperlukan adanya penyesuaian dosis apabila koral sudah tumbuh atau ada penambahan koral dalam akuarium kita. Penyesuaian dosis berdasarkan pemeriksaan kadar Ca, KH dan Mg di akuarium kita yang dilakukan secara rutin 1 bulan sekali.

Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Thu Mar 04, 2010 11:37 pm, edited 1 time in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Thu Mar 04, 2010 11:35 pm

Wujudkan akuarium laut impian anda.

8. Canister dan Fluidizer Filter.
Canister dan Fluidizer Filter biasanya berbentuk tabung dimana air akuarium sebagian dialirkan melalui bagian dalam tabung melewati media yang ada didalamnya dengan menggunakan pompa.
Perbedaan antara Canister dan Fluidizer Filter hanya pada media yang kita gunakan. Didalam tabung Fluidizer Filter media bisa mengalir berputar secara perlahan-lahan, sedangkan pada Canister Filter media didalamnya diam tidak bergerak sama sekali.

Diagram Alir Canister/ Fluidizer Filter.

Image


a. Fluidizer Filter.
Disebut Fluidizer Filter karena media yang berada didalam tabung fluidizer filter bisa mengalir berputar secara halus. Tujuannya agar media yang berada didalamnya tidak menggumpal dan bisa mengikat cemaran/polutan didalam air secara kimia dengan lebih baik.
Fluidizer Filter memerlukan pasokan air. Kita bisa memasang pompa secara inline atau submersible didalam sump bergantung jenis pompa yang kita gunakan. Pasokan air bisa juga kita cabang dari Return Pump yang ada di Sump ke Display Tank sejauh kapasitas pompa Return masih memadai.
Media yang biasanya ada didalam Fluidizer Filter adalah Rowaphos. Kegunaannya adalah untuk mengikat Phosphate/PO4 yang ada didalam air laut di akuarium kita. Rowaphos mengikat secara kimia PO4 dan tidak melepaskannya kembali kedalam air setelah jenuh. Setelah jenuh Rowaphos sudah tidak dapat mengikat lebih banyak lagi PO4, sehingga diperlukan penggantian secara rutin maksimal setiap 6 bulan sekali. Tujuannya agar PO4 selalu tidak bisa terdeteksi dalam air laut di akuarium kita dengan menggunakan PO4 test kit.
Banyaknya Rowaphos yang harus digunakan bisa dilihat pada instruction manual yang menyertainya.
Kadar PO4 yang tinggi bisa menyebabkan warna koral menjadi kecoklatan atau menyebabkan kematian pada koral.

Contoh DIY Fluidizer Filter.

Image


b. Canister Filter.
Media yang biasanya ada didalam Canister Filter adalah Carbon Active. Gunakan Carbon Active yang memang ditujukan untuk keperluan akuarium laut. Kegunaan secara umum dari Carbon Active adalah untuk menyerap racun, warna dan bau dari dalam air. Carbon Active bersifat Absorbent jadi akan cepat menjadi jenuh. Perlu penggantian secara rutin maksimal 3 bulan sekali.
Banyaknya Carbon Active yang harus digunakan bisa dilihat pada instruction manual yang menyertainya.
Dengan adanya Filter Carbon Active maka air akuarium akan terlihat jauh lebih jernih dan tidak berbau.
Canister filter buatan pabrik pada umumnya sudah dilengkapi dengan pompa sirkulasi didalamnya. Apabila kita menggunakan DIY Canister Filter maka kita bisa menggunakan pompa diluar tabungnya. Pompa bisa kita pasang inline atau subsmersible didalam sump bergantung pada jenis powerhead yang kita gunakan. Tentu saja kita juga bisa memberi pasokan air untuk Canister Filter dengan mencabang dari pipa return pump yang menuju Display Tank sejauh kapasitas pompa masih memadai.

Contoh Canister Filter.

Image


Keberhasilan menggunakan filter yang mengikat secara kimia atau filter absorbent sangat bergantung pada penggunaan jumlah media yang tepat dan kecepatan aliran air yang melewatinya.
Sebagai contoh pada Filter Fluidizer yang berisi Rowaphos. Apabila aliran air terlalu lambat maka akan terjadi penggumpalan media, sebaliknya apabila aliran terlalu cepat akan menyebabkan media terbawa keluar dari tabungnya dan pengikatan PO4 menjadi tidak efektif.
Kalau kita berencana untuk mencabang Return Pump sebagai pemasok air buat Canister Filter, Fluidizer Filter, Denitrator dan Calcium Reactor maka sebaiknya kita memasang Return Pump yang kapasitasnya minimal 5 x Display Tank ditambah 1000 - 1.500 liter/jam.

Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Sat Mar 06, 2010 1:26 am, edited 1 time in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Sat Mar 06, 2010 1:22 am

Wujudkan akuarium laut impian anda.

9. Denitrator Filter.
Denitrator Filter berguna untuk menghilangkan kandungan Nitrate/NO3 dari air di akuarium kita. Prinsip kerjanya adalah menumbuhkan Bakteri Anaerob didalam Denitrator Filter untuk mengurai NO3 menjadi Gas Nitrogen/N2.
Ada berbagai macam Denitrtator Filter tetapi yang banyak digunakan adalah:

a. Coil Denitrator.
Berbentuk tabung yang didalamnya berisi selang dia. ¼” dengan panjang berkisar 22,5 meter yang digulung seperti coil dan di ruang kosong ditengah coil diisi dengan bioball.

Contoh Coil Denitrator.

Image

Bagaimana Coil Denitrator bekerja?
Air yang masuk melalui Nozzle dibagian atasnya mengalir secara perlahan-lahan berputar-putar didalam selang menuju dasar tabung. Air ini masih kaya dengan DOC dan Nitrate. Didalam selang ini akan terjadi proses penguraian oleh Aerob Bakteri dari DOC -> Amonia -> Nitrite. Pada saat awal dijalankan maka keluaran air dari coil denitrtator akan terdeteksi adanya Nitrite/NO2. Hal ini wajar adanya karena coil denitrator masih dalam proses cycling dan Anaerob Bakteri belum bisa hidup karena masih adanya O2 didalam air. Anaerob bakteri tidak bisa hidup jika didalam air masih terdapat Oksigen. Seiring dengan bertambahnya jumlah Aerob Bakteri didalam selang akan mengkonsumsi juga semua Oksigen yang ada dalam air sehingga pada akhirnya terjadi kondisi air yang Anaerobik diujung selang bagian bawah. Air yang keluar didasar tabung sudah tidak lagi mengandung Gas O2 dan hasil penguraian Aerob Bakteri tidak lagi berupa Nitrit/NO2 tetapi sudah terurai menjadi Nitrate/NO3. Air akan mengalir kembali keatas melalui bagian tengah coil yang berisi Bioball. Bio Media ini merupakan tempat hidup Denitrifikasi Bakteri (Anaerob Bakteri) yang akan mengurai Nitrat menjadi Gas Nitrogen/N2. Setelah koloni Denitrifikasi Bakteri ini menjadi stabil baru akan bisa mengurai Nitrat yang berfluktuasi jumlahnya.
Kunci sukses pemakaian alat ini adalah kesabaran dalam mengatur jumlah air yang masuk melalui Coil Denitrator sehingga keluaran airnya tidak berbau dan bebas nitrat.
Keluaran air dari Coil Denitrator hanya menetes.


b. Sulfur Denitrator.
Bentuk dan prinsip kerja Sulfur Denitrator sangat mirip dengan Ca Reactor, hanya saja tidak memerlukan adamya tambahan Gas CO2.
Didalam tabungnya berisi Busa penahan media, butiran kecil Sulfur Murni/Pure Sulfur Bead yang berwarna kuning cerah dan Media Calcium Carbonate.

Contoh Sulfur Denitrator.

Image

Bagaimana Sulfur Denitrator bekerja?
Mekanisme penghilangan nitrat biasanya disebut dengan “ Auttotrophic Denitrification oleh Sulfur-Oxidizing Bacteria”
Bakteri yang melakukan tugas ini termasuk dalam species Thiobacillus Denitrificans dan Thiomicrospira Denitrificans. Kita tidak perlu menambahkan bakteri jenis ini untuk mulai menjalankan filter karena bakteri ini ada diseantero planet bumi termasuk didalam air laut akuarium kita.
Air dari akuarium atau sump dialirkan dengan kecepatan aliran berkisar 1 tetes setiap 1 – 2 detik melalui inlet pompa kebagian dasar tabung filter. Air akan mengalir keatas melalui Sulfur Beads dan diresirkulasi secara terus menerus sehingga Oksigen akan habis dikonsumsi oleh bakteri. Semakin kebagian atas lapisan sulfur bead oksigen semakin sedikit. Bakteri yang hidup dilapisan atas akan tidak mendapat supply oksigen sehingga untuk bisa bertahan hidup mereka harus memproduksinya sendiri. Mereka melakukannya dengan memakan sulfur yang dikombinasikan dengan nitrat dan nitrit bila ada akan menghasilkan modul oksigen untuk makan dan dalam prosesnya akan menghilangkan molekul nitrat. Air yang keluar dari bagian atas tabung Sulfur Denitrator akan bebas dari nitrate.

Terjadi dua efek samping pada proses diatas.
Proses diatas menghasilkan Gas Nitrogen. Hal ini tidak menjadi masalah karena Gas N2 akan keluar melalui output sulfur denitrator. Disamping Gas N2 juga akan dihasilkan Gas CO2. Gas CO2 mengakibatkan air yang keluar dari sulfur denitrator pH nya menjadi rendah. Untuk mengatasinya letakkan Media Calcium Carbonate diatas Sulfur Beads dengan menggunakan penyekat Busa. Sekarang sulfur denitrator akan menghilangkan nitrat dan menambah sedikit Ion Calcium dan Ion Alkalinity kedalam akuarium kita.


c. Bio Denitrator.
Prinsip kerja Bio Denitrator sama dengan Sulfur Denitrator hanya saja pada Bio Denitrator menggunakan media bioball. Pada intinya didalam tabung Bio Denitrator diciptakan kondisi air yang tidak lagi mengandung Oksigen sehingga Anaerob Bakteri bisa hidup dan berkembang dengan baik untuk mengurai nitrat menjadi gas Nitrogen.

Contoh Biodenitrator.

Image

Semua jenis Denitrator Filter memerlukan masa cycling untuk bisa bekerja secara optimal.
Setiap Denitrator Filter mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pilihlah sesuai dengan anggaran yang tersedia dan kebutuhan kita.


Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Sun Mar 07, 2010 11:15 pm, edited 1 time in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Sun Mar 07, 2010 11:13 pm

Wujudkan akuarium laut impian anda.

10. Dossing Pump.
Dosing Pump adalah pompa cairan dengan kapasitas yang sangat kecil. Biasanya kapasitas Dossing Pump dinyatakan dalam ukuran mililiter per menit atau per jam. Output Dossing Pump biasanya akurat setiap menit atau jam selalu sama.
Kegunaan Dossing Pump untuk memompa cairan additive/suplemen yang perlu ditambahkan kedalam air laut akuarium kita secara otomatis.
Ada juga yang menggunakan Dosing Pump untuk memasok air Ca Reactor dan Kalkwasser.
Sayang harga dossing pump masih termasuk sangat mahal.

Contoh Dosing Pump.

Image

Image


11. Aquarium Controller System.
Kita bisa mengontrol:
• Mati nyala lampu dengan timer.
• Top Off dengan Water Level Sensor.
• pH Ca Reactor, Kalkwasser, Air akuarium dengan digital pH meter.
• Redox dengan Redox meter.
• Suhu air dengan Temperature Controller.
• Wave dan Tidal Efek dengan Wavemaker Controller.

Kalau saja kita menginginkan Sistim Kontrol Akuarium yang terintergrasi maka bisa kita gunakan electronik kontrol yang lengkap misalnya Aquatronica.
Alat ini bisa dipakai untuk mengontrol sebagian besar peralatan akuarium yang kita miliki secara terintergrasi dengan sistim otomatis dan ada fungsi alarm.
Fungsi alat kontrol akuarium ini sangat banyak sekali diantaranya:
• Programable Multi Timer untuk tiap lubang Socket AC Output. Misal untuk komtrol lampu, kalkwasser dll.
• Kontrol pH Ca Reactor, Kalkwasser dan Air Akuarium.
• Suhu Air Akuarium.
• Redox.
• Wave dan Tidal menggunakan pompa arus .
• Water Level Sensor.
• Kontrol Dossing Pump.
• Komunikasi data lewat Internet atau HP dll.
Sayangnya harga alat ini masih sangat mahal sehingga sebagian dari kita hanya bisa memimpikannya.

Modul standart Aquatronica belum termasuk perlengkapann kontrol untuk tiap fungsi.

Image


Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Tue Mar 09, 2010 11:28 pm, edited 1 time in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Tue Mar 09, 2010 11:26 pm

Wujudkan akuarium laut impian anda.

12. Parameter Air.
Sebetulnya apa tujuan kita menggunakan sistem filter dan peralatan penunjang di akuarium kita?
Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan ecosystem akuarium yang menyerupai ecosystem didalam laut dimana merupakan habitat asal ikan dan coral yang kita pelihara.
Agar akuarium kita selalu sehat maka kondisi awal paling mendasar yang harus terpenuhi adalah:
Parameter air laut di akuarium kita senantiasa harus bisa mendekati parameter air laut yang asli didalam laut.

Seperti apa parameter air laut yang baik didalam akuarium kita?
Secara umum parameter air laut didalam akuarium seperti tabel dibawah ini sudah memadai.
Parameter air laut yang 10 pertama dibawah ini perlu dikontrol dari waktu ke waktu secara rutin.

Parameter Air_____Ambang batas_______Ambang batas_______Ambang batas
Akuarium__________FO/FOWLR________LPS & Softies___________SPS
Berat Jenis__________1,020 – 1,025________1,023 – 1,025________1,024 – 1,026
Suhu_________________26° - 28° C_________24° - 26° C__________25° - 27° C
pH____________________8,0 – 8,5____________8,0 – 8,3____________8,0 – 8,3
Alkalinity____________7,0 – 11,0 dKH______7,0 – 10,0 dKH________7,0 – 8,0 dKH
Amonia (NH3)_________< 0,1 ppm___________< 0,1 ppm__________< 0,01 ppm
Nitrite (NO2)__ __ ____< 0,2 ppm___________< 0,2 ppm__________< 0,01 ppm
Nitrate (NO3)_________< 30,0 ppm__________< 0,2 ppm__________< 0,10 ppm
Phosohate (PO4)______< 1,0 ppm___________< 0,2 ppm__________< 0,13 ppm
Calcium (Ca)_________350 – 450 ppm______380 – 420 ppm________380 – 420 ppm
Magnesium (Mg)_____1150 -1350 ppm____1200 - 1300 ppm______1250 – 1350 ppm
Iodine (I)_________ __0,04 – 0,10 ppm____0,06 – 0,10 ppm_______0,06 – 0,10 ppm
Strontium (Sr)____ _____4 – 10 ppm________8 – 10 ppm___________8 – 14 ppm
Silica________________< 2.0 ppm___________< 1,0 ppm___________< 0,6 ppm
Boron_______________< 10,0 ppm__________< 10,0 ppm__________< 5,0 ppm
Iron_________________0,000006 ppm______0,000006 ppm________0,000006 ppm


Apa yang harus kita perhatikan tentang air laut untuk akuarium kita?
• Untuk menjaga kestabilan parameter air di akuarium perlu kita lakukan penggantian air akuarium secara rutin setiap 2 minggu sekali minimal 10%.

• Apabila ditemui penyimpangan pada parameter air di akuarium kita, maka perlu dilakukan koreksi secara perlahan-lahan. Jangan pernah panik dan melakukan koreksi parameter air di akuarium kita secara drastis sekaligus karena bisa menyebabkan akuarium menjadi crash/sebagian besar biota mati.

• Simpanlah air laut cadangan dirumah kita. Air laut cadangan bisa kita simpan dalam drum plastik tertutup dan diberi aerasi menggunakan Aerator. Letakkan drum plastik yang berisi air laut cadangan ditempat yang teduh dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Penting diperhatikan sebaiknya jangan menggunakan drum plastik transparan.
Apabila ada air laut yang tumpah/terbuang dari akuarium kita maka segera ganti dengan air laut yang baru dalam jumlah yang sama agar Salinity selalu stabil.

• Membeli air laut harus mencari toko akuarium laut yang kwalitas airnya selalu bagus dan bisa dipercaya. Ada toko akuarium laut yang tidak baik, misalnya dikatakan bahwa air berasal dari bak dibawah tanah yang ukurannya besar. Padahal bak dibawah tanah yang ukurannya besar ini sebenarnya merupakan penampung air sirkulasi/sump akuarium toko tersebut yang ukuran akuariumnya luar biasa besar dimana panjangnya sampai 6 meter. Ini artinya sama saja dengan kita membeli air laut bekas.

• Setiap membeli air laut pastikan periksa pH dan Salinity nya sebelum digunakan terutama pada musim hujan. Pada musim hujan seringkali ditemui air laut yang pH dan salinity nya sangat rendah.

• Natural Salt Water yang bagus adalah yang termurah dan terbaik.


Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Wed Mar 10, 2010 10:48 pm, edited 2 times in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Wed Mar 10, 2010 10:45 pm

Wujudkan akuarium laut impian anda.

IX Bagaimana mewujudkan akuarium laut impian kita?
Tentu saja untuk mewujudkan akuarium laut impian kita sebaiknya mempunyai perencanaan yang matang dan ada baiknya berawal dari pola pikir seperti ini.
1. Berapa besar jumlah dana yang bisa kita sediakan untuk mewujudkannya.
2. Berapa besar daya listrik yang bisa kita alokasikan tanpa menggangu kebutuhan maksimal listrik untuk keperluan rumah kita yang sudah berjalan secara rutin selama ini, baik pada siang maupun malam hari. Pikirkan juga apakah perlu kita menambah daya listrik PLN? Semakin besar daya listrik PLN yang terpasang akan semakin mahal pula tarifnya karena tarif PLN bersifat progressive.
3. Pilihlah jenis akuarium apa yang kita inginkan, misal FO/FOWLR, LPS dan Softies, Mix LPS dan SPS Tank, SPS Tank. Urutan jenis akuarium laut ini biaya dan pemakaian daya listriknya akan sangat berkaitan erat dengan pemikiran no. 1 dan 2.
4. Tentukan dimana kita akan meletakkan akuarium laut impian kita beserta seluruh perlengkapannya.
5. Tentukan besarnya ukuran akuarium, Kabinet dan sump yang akan kita buat. Tentu saja ukurannya harus sesuai antara satu dengan yang lainnya. Besarnya ukuran akuarium akan sangat bergantung pada pemikiran No. 1 dan 2.
6. Tentukan sistim filter dan jenis peralatan akuarium laut apa saja yang akan kita perlukan termasuk peralatan lainnya yang akan perlu kita beli.
7. Buat daftar harga semua yang sudah ada dalam perencanaan diatas dan mulailah kita mencari tahu harganya. Pada umumnya biaya pelaksanaan akan membengkak sekitar 1,5 kali dari biaya yang sudah kita buat daftarnya.
8. Mulailah kita membuat desain akuarium, sump dan kabinetnya. Jangan dilupakan untuk memikirkan juga masalah estetika dan tata letak peralatan yang sitimatis untuk memudahkan perawatan.
9. Apabila semua yang ada di No. 1 – 8 sudah sesuai menurut pendapat kita, maka kita bisa memulai mewujudkan akuarium laut impian kita.
10. Apabila dana yang kita sediakan lebih dari cukup maka ada jalan termudah untuk mewujudkan akuarium laut impian kita, yaitu panggil tenaga profesional untuk membuat dan merawatnya. Jadi kita tinggal duduk manis menikmati apa yang sudah kita bayar.


Diagram alir sistim filter.
Pada intinya sistim filter akuarium laut hanya memerlukan urut-urutan yang tepat. Dengan urutan yang benar semua peralatan filtrasi yang kita pasang akan bekerja dengan maksimal sehingga bisa menghasilkan ekosistim akuarium yang stabil. Tujuan utamanya adalah menciptakan Daur Nitrifikasi yang sempurna dimana Kotoran diurai menjadi (->) Amonia -> Nitrit -> Nitrat -> Nitrogen. Tentu saja setelah melewati masa cycling Amonia dan Nitrit harus tidak bisa terdeteksi di air akuarium kita dengan menggunakan Test Kit.

Contoh Diagram alir sistim filter untuk FOWLR.

Image

Pada contoh sistim filter diatas tidak digunakan skimmer. Pada intinya DOC/kotoran diurai menjadi Nitrate pada Trickle Filter yang menggunakan media bioball. Secara periodik Bioball harus diangkat dan dibilas dengan air laut agar jangan menumpuk kotoran secara berlebihan tetapi bioball jangan dibersihkan dengan lap/sikat.
Nitrate akan diurai oleh DSB atau diserap Macro Algae dan ATS. Apabila kita tidak menginginkan penggunaan ATS maka kita bisa gunakan Denitrator Filter agar Nitrate bisa diurai menjadi gas Nitrogen.
Akumulasi PO4 bisa diatasi dengan penggantian air secara rutin atau menggunakan Fluidizer Filter Rowaphos.
Untuk menghilangkan warna dan bau pada air akuarium bisa kita gunakan Canister Filter Carbon.
Penggantian Ion Calcium dan Alkalinity cukup dengan 2 Part Solution yang di drip.
Sejauh jumlah ikan yang kita pelihara tidak berlebihan maka sistem ini bisa menjadi pilihan yang cukup ekonomis dan bisa diandalkan.

Bagaimana kita tahu bahwa ecosystem akuarium kita sudah baik atau belum?
Parameter air di akuarium adalah standart baku yang seharusnya menjadi acuan kita dalam memelihara akuarium laut. Biota laut yang kita pelihara tidak akan bertahan hidup lama kalau parameter air akuarium kita menyimpang dari standart parameter air diatas.
Jadi kunci suksesnya adalah Parameter Air, Pergerakan Air/Arus dan Cahaya di Akuarium kita.
Pada FOWLR Arus dan Cahaya tidak terlalu kritikal, tetapi intensitas cahaya/pencahayaan yang tidak sesuai akan mengurangi keindahan warna ikan dan arus yang terlalu lemah akan menyebabkan problem lumut.


Contoh diagram alir sistim filter Reeftank.

Image

Koral meminta Parameter Ait Akuarium yang lebih baik dibanding Ikan. Apalagi kalau orientasi kita adalah Stony Coral (wouw.... ini artinya SPS Coral), sepertinya keren kalau kita bisa pelihara SPS Coral. Padahal sebenarnya SPS Coral cuma butuh Parameter Air yang stabil, Arus yang kuat dan Cahaya yang kuat pula. Hal ini cuma bisa terpenuhi kalau ada peralatan yang memadai dan daya listrik yang besar.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada orang yang memiliki akuarium dengan sistim filter seperti pada FOWLR tetapi klaim bisa pelihara SPS Coral selama 3 tahun. Pada akhirnya semua itu cuma jadi cerita saja karena tidak seorangpun yang pernah melihat bukti nyatanya.

Pada diagram diatas kita hanya perlu memilih peralatan apa yang kita butuhkan untuk jenis akuarium kita.
Diagaram diatas hanya memberikan gambaran pada kita sebaiknya dimana alat-alat tersebut harus kita pasang.
Sistim Filter dan Chiller hanya akan menghasilkan parameter air yang baik kalau kita melakukan perawatan sebagaimana harusnya.
Selebihnya masih ada masalah arus dan pencahayaan di akuarium koral yang harus kita sesuaikan juga dengan jenis koral yang kita pelihara.
Jadi kunci suksesnya kembali lagi pada Parameter Air, Pergerakan air/Arus dan Intensitas cahaya/pencahayaan di Akuarium kita. Terdengar sangat sederhana tetapi ternyata banyak sekali tantangan dan kendalanya.
Kita tidak perlu terpaku pada kedua diagram diatas, bisa saja susunannya kita rubah, sekat kita rubah tetapi yang terpenting kita harus pahami fungsi dan tujuannya.

Bagaimana melakukan set up akuarium laut.
1. Instalasi semua pemipaan dan listrik yang diperlukan.
2. Setelah semua peralatan dan lampu-lampu terpasang maka perlu kita lakukan tes jalan dengan air tawar. Perlu kita lakukan tes ini agar kalau ada kebocoran pada akuarium/sump/pemipaan/peralatan maka lantai rumah tidak perlu basah air laut yang lengket dan susah membilasnya.
3. Tes semua fungsi misal chiller, lampu-lampu, timer, water level sensor, dan semua peralatan lainnya minimal selama 3 hari. Hal ini untuk memastikan bahwa semua peralatan sudah benar-benar siap digunakan.
Apabila semua sudah berjalan dengan baik maka kita siap mendekor akuarium kita.
4. Buang semua air tawar. Isi semua media filter yang ada pada filter-filter/peralatan penunjang yang kita gunakan.
5. Kalau kita membuat DSB dan belum sempat mendekor liverock maka berikan aerasi pada sump yang sudah berisi DSB dan air laut dengan Aerator.
6. Setelah liverock di display tank selesai didekor dengan liverock dan air laut di akuarium dan box filter sudah terisi, berarti kita sudah siap menjalankan cycling.
Biota yang boleh kita masukkan pada saat awal hanya Turbo Snail dan Hermit Crab.
7. Selanjutnya dalam masa cycling akan timbul New Tank Syndrome, dimana lumut coklat tumbuh diseluruh akuarium kita. Hal ini wajar adanya dan akan berangsur hilang.
8. Pada saat awal cyling nyalakan semua pompa arus yang ada dan nyalakan semua lampu minimal 4 jam/hari. Mulai minggu ke 5 - 8 nyalakan lampu minimal 8 jam/hari.
9. Selama masa cycling lakukan tuning peralalatan misal Ca Reactor, Fluidizer, Kalkstirrer dll.
10. Lakukan monitor parameter air terutama pada suhu, salinity, alkalinity dan pH setiap 3 hari sekali. Lakukan penyetelan peralatan seperlunya.
11. Setelah melewati 8 minggu periksa 10 parameter air. Apabila hasilnya sudah sesuai dengan baku mutu parameter air akuarium, berarti akuarium kita telah siap menerima ikan dan koral.

Selamat mewujudkan akuarium laut impian anda.

Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Sat Mar 13, 2010 2:04 am, edited 1 time in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Sat Mar 13, 2010 2:02 am

Wujudkan akuarium laut impian anda.

Buat teman-teman yang perlu daftar ikan hias akuarium laut beserta fotonya bisa coba lihat di:
List of marine aquarium fish species


Tank mate (Teman dalam akuarium).
Tank mate sangat krusial untuk keberhasilan memelihara akuarium laut. Jenis-jenis ikan yang tidak cocok dan dipelihara dalam satu akuarium akan menyebabkan stress yang bisa mengakibatkan penyakit dan kematian.
Dibawah ini ada Marine Compatibility Chart, walaupun daftar dibawah ini tidak menjamin 100% benar tetapi paling tidak akan sangat membantu kita untuk bisa memelihara berbagai jenis ikan dalam satu akuarium, termasuk untuk memilih jenis-jenis ikan yang tidak makan terumbu karang.

Y = Yes, Generally Compatible
C = Can co-exist with Caution
N = No, Not Compatible

Image


Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Last edited by BL on Thu Mar 18, 2010 2:09 am, edited 1 time in total.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Wed Apr 28, 2010 1:32 am

Wujudkan akuarium laut impian anda.


Indentifikasi Koral.

Buat teman-teman yang memerlukan indentifikasi koral bisa dilihat pada Coralidea


Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.[/quote]
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Re: Wujudkan akuarium laut impian anda. (Jangan di Replay)

Postby BL » Wed May 05, 2010 2:28 pm

Tolong jangan di Replay.
Biarkan tulisan ini selesai tanpa terputus.


Wujudkan akuarium laut impian anda.

Manajemen akuarium laut.

Akuarium Laut memerlukan manajemen pemeliharaan dan perawatan pencegahan yang baik, atau dalam istilah asingnya biasa kita kenal dengan Maintenance dan Preventif Maintenance yang baik.
Manajemen akuarium laut cukup luas karena menyangkut parameter air, biota dan semua peralatan yang kita gunakan.

Disini kita hanya akan membahas satu contoh sistim mananjemen pemeliharaan dan perawatan pencegahan untuk akuarium SPS, selebihnya kita tinggal menyesuaikan sesuai kebutuhan kita masing-masing.

I. Stabilitas Parameter Air Laut dalam akuarium.
Bertujuan untuk menjaga parameter air laut di akuarium sesuai dengan standard parameter air baku seperti pada tabel parameter air yang ada.
II. Perawatan Biota yang kita pelihara.
Bertujuan untuk menjaga kesehatan ikan dan koral yang kita pelihara. Pertumbuhan koral harus diamati agar tidak saling menutupi dan saling bertabrakan.
III. Perawatan dan Perawatan Pencegahan peralatan.
Semua peralatan yang ada harus selalu diperiksa kerjanya dan dilakukan perawatan pencegahan agar semua peralatan yang ada senantiasa dapat berfungsi normal.


Apa dan bagaimana semua ini harus kita lakukan?

1. Perawatan dan kontrol rutin harian.
a. Pembersihan kotoran yang mengapung didalam Sump Box Filter harus dilakukan setiap pagi.
b. Pemberian pakan buat ikan setiap pagi dan sore.
c. Dosing Calcium dengan Metoda Balling sesuai kebutuhan.
d. Memeriksa aliran bubble CO2 dan keluaran air dari Calcium Reactor.
e. Top up air tawar sebagai pengganti penguapan dengan kalkwasser stirrer yang terhubung pada water level sensor secara otomatis.
f. Periksa aliran air yang keluar dari Biodenitrator agar selalu menetes dengan stabil sesuai dengan setiingnya.
g. Blow Up Rowaphos dengan membuka kran penuh kemudian menutupnya sesuai kebutuhan agar Rowaphos tidak menggumpal dan selalu bisa bergerak mengalir halus.
f. Penambahan supplemen yang diperlukan, sebagai contoh pemakaian Zeovit untuk SPS akuarium dengan total volume air 700 liter.
* Amino Acid 3 tetes.
* Coral Vitalizer 3 tetes.
* Poci & Stylo Glow 3 tetes.
* Kalium Iodide Fluoride 3 tetes.
* Iron 1 tetes.
* Pohl Extra 3 ml.
* B Balance 3 ml
* Kalium Strong 3 ml.
* Strontium (Aquapharm) 5 ml.
g. Monitor suhu air pada Temperature Controller.

2. Perawatan dan kontrol rutin setiap Senin dan Kamis.
a. Pembersihan kaca bagian dalam akuarium dengan magnet pembersih kaca. Pembersihan kaca luar akuarium dan kanopinya.
b. Pembersihan Detritus yang mengendap disela-sela SPS Koral dengan bantuan Pompa Air 200 liter/jam.
c. Pembersihan Collector Cup Skimmer.
d. Penambahan Sodium Bicarbonat (Na HCO3) untuk menjaga stabilitas alkalinity.
e. Penambahan Rowakalk pada Kalkstirrer.
f. Penambahan Coral Snow 5 ml pada sore hari setelah lampu padam.

3. Perawatan dan kontrol rutin setiap Sabtu.
a. Penambahan Zeospur 3 ml.
b. Penambahan Zeostart 3 ml.
c. Penambahan Zeobac 3 tetes.
d. Pembersihan kaca dan detritus diatas koral dalam display tank bila perlu.

4. Perawatan dan kontrol rutin setiap 2 minggu.
a. Periksa SG air laut yang mau kita pakai untuk penggantian air akuarium kita, apabila sudah sesuai dengan air di akuarium kita barulah lakukan perawatan berikutnya.
b. Bersihkan semua hama dalam Display Tank seperti Aptasia dan lain-lain dengan menggunakan larutan Kalk kental.
c. Pangkas/pruning coral sesuai kebutuhan.
d. Syphon keluar semua kotoran dan detritus yang mengendap di Display Tank dan Sum Box Filter.
e. Bersihkan seluruh kaca bagian dalam dengan bantuan kartu plastik bekas ATM/Credit Card.
f. Bersihkan Pre Filter Pompa Chiller.
g. Bersihkan penutup depan semua Wavemaker Pump.
h. Pangkas Macro Algae dalam Refugia.
i. Bilas Carbon Filter dengan air bersih.
j. Bersihkan Matt Filter.
k. Isi kembali dengan air laut baru sampai batas maksimal sesuai jumlah air yang terbuang untuk keperluan syphon kotoran dan detritus. Pada umumnya penggantian air yang berkisar 10% - 15% dari total volume air sudah memadai.
l. Bersihkan semua kaca-kaca lampu dan kanopi atas akuarium.
m. Bersihkan bagian luar peralatan yang ada disamping kiri dan kanan Sump Box Filter.

5. Perawatan dan kontrol rutin setiap bulan.
a. Periksa parameter air dalam akuarium minimal untuk SG, pH, KH, Ca, Mg, NO3 dan PO4.
b. Lakukan koreksi parameter air bila perlu.

6. Perawatan dan kontrol rutin setiap 3 bulan.
a. Ganti Media Carbon.

7. Perawatan dan kontrol rutin setiap 6 bulan.
a. Ganti Media Rowaphos.
b. Bongkar dan bersihkan dengan seksama semua pompa-pompa Wavemaker, Pompa Ca Reactor dan Pompa Chiller.
c. Cuci dan bersihkan Pre Filter dan Condensor Chiller, tentu saja dengan mematikan dan membongkarnya terlebih dahulu.
d. Ganti semua Battery Back Up pada Digital Timer, kemudian cocokkan kembali waktunya dan setting timer sesuai setting awalnya.

8. Perawatan dan control rutin setiap 9 bulan.
a. Ganti semua Bohlam TL T5 HO.
b. Ganti semua Bohlam Metal Halide.

9. Perawatan setiap 12 bulan.
a. Ganti kalender kita setiap tanggal 1 Januari. :lol: :lol: :lol:
Maaf sudah bingung karena apapun yang kita lakukan ternyata tidak pernah cukup untuk bisa merawat akuarium kita dengan sebaik mungkin.
Selamat menikmati kerja rodi dalam menekuni hobi kita ini karena tidak boleh ada lagi kata sedang malas untuk kesuksesan hobi kita yang satu ini.


Apa memang harus demikian merawatnya?
Sebaiknya minimal seperti jadwal diatas tetapi kita tidak usah terlalu terpaku pada metoda sistim perawatan diatas. Jadi kita bisa saja melakukan perawatan dengan cara berbeda, yang terpenting adalah hasil akhirnya bahwa semua biota yang kita pelihara bisa hidup sehat dan tumbuh dengan baik dalam akuarium kita.


Mungkin masih bersambung, Tolong jangan di Replay.
Biarkan tulisan ini selesai tanpa terputus.


Untuk komentar dan diskusi wujudkan akuarium laut impian anda silahkan Klik disini

Salam:
Rimbu.
Current Tank: 180 G SPS Tank.
Lighting: 2 x 400 w MH SE XM 20 kK, 3 x 54 w ATI T5 Blue, DIY Led Moonlight.
Wave: 5 Penductors, 1 Koralia 3, 1 DIY Resun Wavebox, 3 Tunze 610X with MC 7095.
Chiller 4000 BTU and Almost All DIY Equipment.
User avatar
BL
Team Reefs Forum
Team Reefs Forum
 
Posts: 2357
Joined: Sun Jan 07, 2007 12:53 am
Location: Bogor

Previous

Return to Beginner Area

Who is online

Users browsing this forum: maysan and 1 guest